OMG, Say No To Rokok Moms!

Kehamilan Jan 06, 2020

Merokok dalam Kehamilan? Jelas NO MOMS.

Aktivitas merokok perlu dihindari ya Moms, baik saat program hamil, selama hamil maupun setelah melahirkan. Rokok mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan, efeknya berbahaya, bisa terkena serangan jantung, gangguan kehamilan, memperburuk kondisi janin dan efek negative lainnya.

Apa Bahaya Rokok pada Kehamilan?

Merokok selama kehamilan sangat berbahaya untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan. Ibu hamil yang merokok di Amerika Serikat sebesar 23.5% menimbulkan kompilkasi selama kehamilannya, dan sebesar 20% ibu hamil akhirnya berhenti merokok selama kehamilan. Asap rokok mengandung partikel dan asap yang terdiri dari 4000 senyawa campuran kimia, yang mengandung racun.

Indonesia sudah punya UU larangan merokok lho Moms, yaitu UU No.36 Tahun 2009 dan PP Nomor 19 Tahun 2003. Pengamanan rokok bagi kesehatan khususnya ibu hamil yang berada di sekitar lingkungan perokok disarankan untuk segera menghindar ya Moms. Karena perokok pasif tidak alah bahaya dari yang aktif terlebih jika kita sedang hamil.

Apa akibatnya untuk tumbuh kembang janin Moms?

Hati-hati, komplikasi yang timbul bisa seperti :

Kelahiran premature

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil juga bisa memunculkan risiko bayi lahir sebelum waktunya. Hal ini tentu bisa memicu beberapa masalah kesehatan yang serius bagi bayi seperti mengalami gangguan pernapasan. Hal ini karena asap rokok bisa memberikan efek negatif bagi perkembangan paru-paru janin. Bayi prematur juga lebih rentan mengalami infeksi, penyakit kuning, kesulitan untuk menyusu, gangguan saluran pencernaan, gangguan sistem saraf, dan mengalami pendarahan otak.

Berat badan lahir kurang

Merokok selama menyebabkan konsumsi nutrisi ibu selama hamil berkurang. Hal ini akan mengganggu nutrisi yang dialirkan ke janin, sehingga tentunya berefek pada berat badan janin.

Keguguran

Dampak merokok saat hamil meningkatkan risiko keguguran karena adanya racun dalam rokok masuk ke plasenta janin dan menghambat suplai oksigen serta nutrisi untuk janin. Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah kehamilan ektopik, masalah plasenta (seperti plasenta previa atau plasenta akreta), dan perkembangan janin lambat. Komplikasi ini meningkatkan risiko keguguran pada janin.

Gangguan tumbuh kembang anak

Peluang risiko bayi untuk terganggunya tumbuh kembang meningkat. Selain itu, peluang memiliki kelainan jantung bawaan lebih tinggi pada ibu hamil yang merokok daripada yang tidak. Kelainan jantung bawaan pada bayi bisa menghambat aliran darah dari sisi kanan jantung ke paru-paru dan bukaan antara ruang atas jantung. Racun dalam rokok bisa membuat denyut jantung bayi berdetak lebih cepat (takikardia) sehingga meningkatkan risiko serangan jantung atau kematian bayi mendadak (Sudden Infant Death Syndrom/SIDS).

Gangguan oksigen pada janin

Sirkulasi oksigen dalam tubuh janin terganggu pada janin, yang ibunya merokok, karena kandungan asap rokok mengganggu sirkulasi darah ibu yang tersebar ke janin.

Gangguan pernapasan

Ibu hamil yang merokok berisiko lebih besar untuk memiliki bayi kelainan paru bawaan seperti, saluran udara yang terblokir lendir (sleep apnea) dan asma.

Oh ya Moms, perlu diingat ketika sudah dinyatakan hamil, diharapkan selalu menjaga kesehatan tubuh, supaya pertumbuhan janin berjalan normal. Nih, kebiasaan buruk yang perlu dihindari selama hamil selain merokok diantaranya adalah minum-minuman yang mengandung kafein, alcohol, mengurangi mengkonsumsi makanan dan minuman manis dan hindari makan junkfood Moms.

Nah akan jadi masalah ketika kita memiliki suami yang merokok. Ya mau gimana lagi ya Moms karena menghentikan rokok mungkin juga butuh proses, jadi yang penting jangan biarkan suami merokok di dekat kita waktu kita hamil. Demi kebaikan bersama kan Moms. Nah lho siapa yang masih mau merokok saat hamil?

So, Keep Your Baby and Say No to Smoke, Moms and Dads!

Love,

Zupermom team