Kesuburan Wanita

Conceive Dec 18, 2019

Hai Moms and Dad. Artikel yang lalu kita membahas tentang kesuburan pria, sekarang saatnya untuk kita membahas tentang kesuburan wanita. Nah sebelumnya, minceu ulas kembali ya tentang arti infertilitas secara umum dulu.

Infertilitas merupakan suatu masalah yang dapat mempengaruhi pria dan wanita di seluruh dunia. Kurang lebih 10% dari pasangan suami istri (pasutri) pernah mengalami masalah infertilitas semasa memasuki usia reproduksi ya Moms, dan diperkirakan tiap tahun akan bertambah dua juta pasangan infertil.

Infertilitas sendiri dibagi menjadi dua ya, yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder.

·         Infertilitas primer adalah pasangan suami istri belum mampu dan belum pernah memiliki anak setelah 1 tahun berhubungan seksual sebanyak 2-3 kali per minggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi bentuk apapun

·         Infertilitas sekunder adalah pasangan suami istri telah atau pernah memiliki anak sebelumnya, tetapi saat ini belum mampu memiliki anak lagi setelah 1 tahun  berhubungan seksual sebanyak 2-3 kali per minggu tanpa menggunakan alat atau metode kontrasepsi dalam bentuk apapun

Ini nih, penyebab gangguan kesuburan pada wanita :

·         Gangguan ovulasi. Gangguan ini sering dialami perempuan infertile. Apabila tidak terjadi ovulasi maka tidak akan ada sel telur yang dibuahi. Tandanya adalah wanita mengalami gangguan haid yang tidak teratur, bahkan tidak mengalami haid sama sekali.

·         Gangguan system hormone dan endokrin yang mengganggu system reproduksi dalam tubuh.

·         Faktor tuba. Masalah tuba sering ditemukan pada infertilitas wanita sekitar usia 25-50%. Penilaian potensi tuba dianggap sebagai salah satu pemeriksaan penting dalam pengelolaan infertilitas.

·         Masalah bentuk uterus. Kelainan pada uterus bisa disebabkan oleh malformasi uterus yang dapat mengganggu pertumbuhan janin. Adanya mioma uteri juga bisa mengganggu ya Moms.

·         Peningkatan usia. Kejadian infertilitas berbanding lurus dengan pertambahan usia pada wanita. Wanita dengan rentang usia 19-26 tahun memiliki kesempatan untuk hamil dua kali lebih besar daripada wanita dengan rentang usia 35-49 tahun.

·         Berat badan adalah factor yang dapat mempengaruhi infertilitas. Bisa berat badan yang terlalu kurus ataupun berat badan yang terlalu gemuk.

·         Stress. Stress pada wanita dapat mempengaruhi komunikasi antara otak dan tubuh. Stress mempengaruhi hormone reproduksi, sehingga berkaitan dengan pembentukan, pelepasan dan penempelan sel telur.

·         Infeksi organ reproduksi. Infeksi bisa terjadi pada vagina sehingga menyebabkan kadar asam pada vagina meningkat, sehingga menyebabkan sperma mati sebelum membuahi sel telur.

·         Penyakit menular seksual. Jaman now, banyak kasus penyakit menular di masyarakat ya Moms. Penyakit menular seksual ini mempengaruhi infertilitas pada wanita. Penyakit yang sering dialami yaitu herpes kelamin, gonorrhea, sifilis, klamidia, kutil alat kelamin dan HIV/AIDS. Penyakit menular seksual ini mudah dicegah dengan pasangan suami istri dengan mempunyai satu pasangan seksual, tidka boleh lebih.

Diagnosis infertile pada wanita yang dapat dilakukan

·         Melakukan pengkajian dimana meliputi identitas diri, identitas suami, riwayat penyakit pasangan, dan kebutuhan pengkajian lain secara lengkap dan rinci.

·         Melakukan pemeriksaan fisik, seperti pengukuran vital sign, penghitungan BMI (body mass indeks), pemeriksaan gangguan endokrin dan pemeriksaan panggul.

·         Dan dibutuhkan pemeriksaan penunjang lain untuk menegakkan diagnosa ya Moms and Dad.

Moms and Dad, merelaksasikan tubuh untuk pergi honeymoon atau bulan madu juga bisa meningkatkan keharmonisan dan meningkatkan intensitas seksual. So, rencanakan deh Mom and Dad. Tidak perlu takut ketika mengetahui kita mengalami masalah kesuburan. Pemeriksaan yang lengkap akan memperjelas masalah sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan proses pengomatan kita.

Love,

Zupermom team