Kenapa Sulit BAB Saat Hamil Ya Moms?

Kehamilan Jan 06, 2020

Pada masa kehamilan, tubuh wanita mengalami banyak perubahan fisik, mood, maupun hormonal. Tentu semua dapat menyebabkan timbulnya bermacam-macam keluhan dan masalah pada kehamilan. Salah satu masalah yang sering dialami ibu hamil terutama saat trimester ketiga adalah konstipasi. Konstipasi atau sembelit ini dapat diartikan kita kesulitan buang air besar.

Sulit BAB (buang air besar) pada ibu hamil memang sering menjadi keluhan ya Moms. Hal ini karena selama hamil gerakan usus akan lebih lambat, sehingga sisa makanan akan lebih lama berada dalam usus. Ketika sisa makanan lama dalam usus tentu air dari sisa makanan itu akan lebih banyak diserap oleh usus yang akan membuat sisa makanan lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Kenapa Ibu Hamil Bisa Sembelit?

Perut yang makin membesar

Semakin besar usia kehamilan ibu bisa mengakibatkan konstipasi karena penekanan pada aliran darah tubuh bagian bawah dan menimbulkan penekanan di usus halus maupun usus besar, akibatnya pengosongan usus akan ebih lambat dan penyerapan air dari sisa makanan meningkat. alhasil BAB kita akan keras Moms.

Penekanan pada rectum

Sejalan dengan besarnya perut, juga mempengaruhi penekanan pada rectum. Nah kaena itulah resiko wasir atau ambeien akan meningkat pada ibu hamil Moms.

Peningkatan hormone progesterone

Hormone progesterone dalam tubuh berperan dalam proses relaksasi pada kerja otot halus. Hal ini menurunkan gerakan organ pencernaan sehingga gerakan usus juga akan melambat. Jadi, sisa makanan menumpuk lebih lama di usus dan akhirnya sulit dikeluarkan karena keras.

Kurangnya asupan serat

Asupan serat yang berfungsi untuk memperlancar kerja pencernaan dalam mengurai makanan sehingga memperlancar BAB. Ayo, untuk ibu hamil ditingkatkan konsumsi seratnya ya. Serat penting artinya bagi kesehatan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Serat juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil Moms.

Asupan cairan yang kurang

Air dan cairan lain merupakan elemen yang penting dari diet yang seimbang. Kurangnya konsumsi cairan akan membuat BAB menjadi keras.

Rutin konsumsi zat besi

Konsumsi zat besi dengan dosis tinggi, memacu timbulnya konstipasi. Efek samping ini dapat dicegah dengan cara memperbanyak minum, menambah konsumsi makanan yang kaya akan serat seperti sayur dan buah.

Jarang olahraga

Kurangnya olahraga pada ibu hamil, mempengaruhi metabolisme tubuh kurang optimal, sehingga gerakan usus kurang aktif dan memungkinkan terjadinya konstipasi.

Apa tanda dan gejala konstipasi ya Moms?

  • Perut terasa begah, penuh dan kaku
  • BAB lebih keras, panas, berwarna lebih gelap, dan lebih sedikit daripada biasanya
  • BAB sulit dikeluarkan, pada saat bersamaan tubuh berkeringat dingin, dan terkadang harus mengejan atupun menekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang feses (bahkan sampai mengalami ambeien atau wasir)
  • Bagian anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, dan bagai terganjal sesuatu disertai rasa sakit akibat bergesekan dengan feses yang kering dan keras atau karena mengalami wasir sehingga pada saat duduk tersa tidak nyaman
  • Lebih sering baung angin yang berbau lebih busuk daripada biasanya

So, jangan khawatir ya Moms. Konstipasi selama kehamilan normal, tapi jangan lupa antisipasinya ya, supaya tidak sakit jika akan BAB. Be healthy and be positive Moms.

Love,

Zupermom team