6 Tips Mudah Atasi Nyeri Haid

Conceive Dec 18, 2019

Ini nih yang sering kita alami Moms saat  menstruasi, apalagi kalau bukan dismenorea atau nyeri haid. Nyeri ini beda-beda berat ringannya setiap orang karena ambang atau batas nyeri setiap orang tidak sama. Jadi bisa sangat ringan ataupun sangat berat hingga nyerinya mengganggu aktivitas kita. Nah nyeri haid ini sebenarnya terjadi akibat kontraksi otot rahim kita untuk meluruhkan dinding rahim Moms. Kontraksi ini akan menghambat suplai oksigen ke rahim yang kemudian akan memicu muncunya nyeri.

Nyeri haid menjadi momok setiap bulan kita. Rasa sakit di area sekitar perut dan pinggang sering membuat kita sulit beraktivitas. Namun umumnya nyeri haid itu hanya terjadi di hari pertama hingga ketiga Moms. Jadi kalau kita nyeri haid tak kunjung reda hingga akhir siklus ataupun nyerinya justru menetap meskipun haid sudah berakhir segera periksakan ke dokter ya Moms.

Faktor yang memperparah nyeri saat haid

Nyeri haid ini selain dipengaruhi oleh ambang atau batas nyeri kita masing-masing ternyata juga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor ini Moms:

  • Pertama kali menstruasi
  • Berusia kurang dari 20 tahun
  • Mengalami menstruasi yang berlebihan (haid sangat banyak atau istilah medisnya disebut menorrhagia)
  • Mengalami menstruasi yang tidak teratur
  • Belum pernah melahirkan
  • Suka merokok
  • Memiliki keturunan keluarga yang selalu nyeri saat haid

Gimana nih cara membedakan nyeri haid yang normal dan tidak normal?

Ini adalah tanda nyeri haid kita normal Moms:

  • Berlangsung maksimal sampai tiga atau empat hari dihitung dari awal menstruasi
  • Nyeri haid yang dialami mudah diatasi

Nah kalau kita sudah mengalami nyeri haid seperti ini segera konsultasikan dengan dokter Moms, karena ada kemungkinan bahwa ini bukan nyeri haid normal:

  • Nyeri sangat hebat hingga mengganggu aktivitas
  • Nyeri haid terjadi secara tidak teratur, tidak setiap bulan saat menstruasi
  • Nyeri menetap meskipun menstruasi telah berakhir
  • Nyeri haid baru sembuh apabila menggunakan obat atau resep dari dokter

Tips Mengatasi Nyeri Haid

Kompres air hangat

Melakukan kompres pada perut bagian bawah bisa membuat relaks otot di sekitar perut, sehingga bisa mengurangi rasa nyeri saat haid muncul. Bisa dilakukan dengan handuk dan botol yang diisi air panas Moms, lalu ditempelkan pada perut bagian bawah.

Makan Teratur

Haid atau menstruasi bisa menimbulkan dampak penurunan nafsu makan pada kita ya girls. Jadi perlu atur pola makan yang teratur supaya membuat moodbooster bagi kita. SElain itu nyeri akan membuat asam lambung kita naik jadi kita akan mudah merasa mual dan kembung. Karena itu jangan sampai kita tunda makan atau justru tidak makan ketika menstruasi. Selain itu kita harus makan makanan yang bergizi agar tubuh kita tetap sehat dan bugar.

Kita bisa menambahkan minyak ikan dan olive oil atau minyak zaitun di menu harian kita Moms. Karena dua makanan ini ternyata puya efek yang mirip lho dengan obat nyeri dari dokter. Tapi tentunya tanpa efek samping pastinya.

Minum air hangat

Tubuh akan kehilangan lebih banyak cairan saat haid, jadi perlu diseimbangkan dengan mengkonsumsi air putih yang cukup terutama air hangat. Air hangat bisa membuat pencernaan kita lebih rileks yang tentunya akan menurunkan nyeri haid kita.

Perbanyak istirahat

Istirahat baik untuk tubuh dan pikiran ya Moms. Kita bisa relaks dan metabolism tubuh bisa istirahat waktu kita istirahat. Istirahat akan membantu tubuh kita mengembalikan keseimbangan hormonnya Moms.

Essential Oil

Essential oil sangat cocok untuk pilihan menurunkan nyeri haid Moms.  Essensial oil akan merangsang bagian di otak kita untuk melepaskan hormon endorfin yang akan membuat kita rileks, terbebas dari nyeri dan bahagia. kita bisa juga memijat dengan essential oil pada area perut bawah dan panggul agar nyeri haid bisa hilang lebih cepat. Kita bisa gunakan essential oil jahe, lavender, cardamon, cumin dan fennel Moms.

Obat Penurun Nyeri

Solusi terakhir nih Moms, kalau haid sudah sangat mengganggu akitivtas dan nyerinya tak tertahan. Tapi, ingat jangan sembarang beli obat ya, baiknya tanyakan ke tenaga kesehatan agar lebih aman.

Love,

Zupermom team