ATASI MUAL MUNTAH DI AWAL HAMIL

Jan 05, 2020

Kehamilan merupakan proses yang berkesinambungan ya Moms, mulai dari ovulasi pelepasan sel telur, konsepsi, nidasi, pembentukan plasenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm. Pada trimester pertama kehamilan dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap perubahan tubuh selama kehamilan. Pada beberapa wanita hamil, mereka akan mengalami perasaan cemas, depresi, dan kesedihan. Biasanya perasaan itu akan berakhir dengan sendirinya seiring dengan mereka menerima kehamilannya.

Nah, masalah yang timbul pada awal kehamilan beragam ya Moms. Kondisi mual dan muntah banyak dialami pada beberapa wanita hamil pada trimester awal kehamilan. Kondisi ini bisa terjadi sepanjang pagi hari dan mempengaruhi aktivitas. Gejala mual dan muntah yang timbul ini sering disebut dengan istilah morning sickness.

Apa sih morning sickness Moms?

Morning sickness merupakan salah satu gejala yang bisa membuat stress yang berkaitan dengan kehamilan. Hal ini lebih dikenal dengan mual di pagi hari ya Moms, karena ada perubahan hormone di tubuh momma. Gejala ini biasanya akan hilang sendiri sekitar usia kehamilan 20 minggu ya Moms.

Menurut penelitian Fauziyah (2012), sekitar 50-60% kehamilan disertai dengan mual dan muntah di pagi hari dan sekitar 80% mengalami mual dan muntah sepanjang hari. Bahkan 20% kasus ini berlanjut sampai kelahiran. Hal ini berpengaruh kepada kondisi tubuh dan kenyamanan selama hamil ya Moms.

Faktor fisiologis yang menyebabkan mual dan muntah yaitu tingginya kadar hormon steroid di dalam sistem porta hepatik, perubahan karbohidrat dan metabolisme lemak, dampak pada kemampuan mencium dan melihat, faktor genetik, hormon hCG, faktor imunologis, hormon estrogen dan progesteron. Selain itu terdapat faktor predisposisi mual dan muntah pada kehamilan dapat dikaitkan dengan perilaku, dukungan, keletihan, mual dan muntah dikehamilan sebelumnya, merokok, masalah sosio-ekonomi, kesulitan dalam masalah membina hubungan dan psikologis.

Gejala mual dan muntah kadang disertai produksi air liur berlebihan, perubahan suasan hati, lekas marah, perut kembung dan ngidam.

(gambar ibu hamil mual muntah)

Apa hayo Moms dampak mual dan muntah pada awal kehamilan?

Mual dan muntah yang tidak ditangani dengan baik akan berlanjut menjadi hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah yang berlebihan sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ibu hamil, diantaranya:

·         Dampak yang terjadi pada ibu adalah menurunnya cairan elektrolit di dalam tubuh ya Moms, sehingga konsentrasi menurun, memperlambat persedaran darah, nafsu makan menurun, gangguan nutrisi, dehidrasi, lemas dan penurunan berat badan

·         Selain berdampak pada keadaan umum ibu, akan mempengaruhi tumbuh kembang janin, seperti sbortus, bayi lahir rendah, kelahiran premature dan malformasi pada janin

Mual dan muntah ini harus diwaspadai ya Moms, supaya ibu hamil tidak dehidrasi ataupun kurang gizi. Jadi solusinya adalah:

·         Banyak minum air ya Moms. Sedikit demi sedikit, hindari minuman dingin, manis atau yang beraroma tajam

·         Hindari makanan yang membuat mual, seperti berbau menyengat dan banyak lemak. Makan dengan cara porsi sedikit tapi sering

·         Coba konsumsi makanan atau minuman yang mengandung jahe, karena bisa menetralkan lambung.

·         Bangun dari tempat tidur secara perlahan ya Moms, jangan langsung gerak capat

·         Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak ketat.

·         Istirahatlah dengan cukup

·         Jangan stress ya Moms

Kalau memang mual dan muntah tak kunjung hilang dan sangat mengganggu aktivitas Momma selama hamil, segera periksakan ke tenaga kesehatan ya Moms. Jangan sampai membuat kondisi kehamilan tidak nyaman dan tidak menyenangkan.

Love,

Zupermom team