7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pasutri Saat Program Hamil

Feb 10, 2020

Moms... Saat sedang merencanakan kehamilan melalui program hamil,  pasti ada yang mengalami berbagai permasalahan. Salah satunya adalah kegagalan dalam melaksanakan program hamil ini. Tahu tidak moms, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pasangan suami istri saat melakukan program hamil ini.

Ya... Meskipun ini dianggap sepele, kesalahan-kesalahan ini juga bisa memengaruhi peluang hamil, lho moms.

Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan lagi seperti apa kebiasaan dan aktivitas sehari-hari Anda ya moms. Termasuk kebiasaan dalam hal hubungan intim.

Berikut team zupermom rangkumkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan sebaiknya dihindari demi meningkatkan peluang kehamilan:

1. Hubungan intim tidak teratur

Salah satu kesalahan utama yang dilakukan oleh pasangan suami istri saat program hamil adalah jadwal hubungan intim yang tidak teratur moms.

Faktanya, perlu dipahami  juga moms jika melakukan hubungan intim sebelum dan selama masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk proses konsepsi.

Sebagian besar pasangan suami istri justru melewatkan waktu yang tepat ini, sehingga peluang hamil justru menjadi stagnan atau bahkan menurun.

Nah, untuk menghindari kesalahan ini, cobalah untuk melakukan hubungan intim sekitar 2-3 kali seminggu moms.  Hal ini untuk mendapatkan peluang yang lebih besar untuk berada di waktu yang tepat, dibandingkan jika Moms melakukannya sekali saja dalam seminggu.

2. Menunda cek ke dokter

Jangan anggap remeh pentingnya berkonsultasi ke dokter saat merencanakan program hamil, moms. Terutama jika Moms dan Papa berusia di bawah 35 tahun dan belum kunjung dikaruniai momongan setelah menikah minimal satu tahun.

Apabila kondisi tersebut sudah terjadi, sudah saatnya untuk segera cek ke dokter spesialis fertilitas. Saat didokter nanti akan dilakukan beberapa pemeriksaan khusus, guna mengetahui apa penyebabnya.

Saat melakukan kunjungan ke dokter, usahakan untuk datang berdua dengan Papa ya, Moms. Hal Ini supaya agar pemeriksaan yang dilakukan bisa benar-benar menyeluruh pada kedua belah pihak.

Ketidaksuburan seringkali dianggap sebagai kesalahan dari pihak perempuan saja, padahal kenyataannya tidak selalu demikian lho, Moms.

3. Menggunakan pelumas atau cairan lubrikasi

Moms... Sampai saat ini apakah Moms dan Papa masih terbiasa menggunakan pelumas atau cairan lubrikasi saat berhubungan intim? Jika ya, sebaiknya coba ubah dulu kebiasaan ini, ya moms.

Hal ini karena sebagian besar cairan lubrikasi tidak ramah sperma dan dapat mengurangi peluang Anda untuk bisa hamil. Pada dasarnya, vagina sudah mampu menghasilkan cairan lubrikasi sendiri yang berfungsi ‘mengantarkan’ sperma mencapai sel telur.

Nah, cairan lubrikasi yang eksternal seringkali tidak bekerja dengan cara yang sama seperti pelumas alami tubuh Moms.

4. Menjalani gaya hidup tak sehat

Penting untuk dicatat bahwa kesehatan Moms dan Papa memainkan peran penting dalam menentukan peluang hamil. Oleh karena itu, menerapkan gaya hidup sehat pun menjadi perlu diutamakan untuk Anda dan suami.

Jauhi kebiasaan-kebiasaan seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, serta konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

Selain itu, tetap rileks juga penting lho... Karena stres dan depresi nyatanya juga dapat memengaruhi peluang kesuburan Moms.

Demi keberhasilan program hamil, jangan lupa untuk mengubah dulu pola hidup Moms dan Papa sehari-hari, ya moms.

5. Selalu menyalahkan pihak perempuan

Sudah menjadi pemikiran yang membudaya bahwa ketika pasangan suami istri belum diberikan momongan, maka kesalahan sudah pasti ada pada istri.

Akibatnya, pemeriksaan dan tindakan pengobatan pun hanya dilakukan pada pihak perempuan saja. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian lho moms.

Masalah terkait sistem reproduksi dan kesuburan juga bisa dialami oleh laki-laki. Maka dari itu, saat melakukan konsultasi ke dokter pun, seharusnya suami juga ikut.

Jika masalah memang ditemukan berada dari sisi suami, pengobatan dan perawatan yang tepat pun bisa segera dilakukan. Dengan begitu, peluang hamil pun bisa meningkat.

6. Fokus hanya pada satu posisi saja

Tak sedikit juga lho moms pasangan suami istri yang berpikiran bahwa hanya satu atau dua posisi saja saat bercinta yang bisa meningkatkan peluang hamil. Sementara posisi lainnya dianggap kurang berpengaruh.

Juga diyakini bahwa setelah berhubungan intim, istri harus menjaga pinggulnya tetap berada dalam posisi tinggi.

Padahal kenyataannya setelah ejakulasi, sperma mampu berenang dengan sendirinya menuju serviks dan memasuki saluran tuba (tuba fallopi).

Sampai saat ini pun belum ada pembuktian ilmiah yang menyebutkan bahwa satu posisi tertentu bisa membantu peluang hamil,moms. Jadi  alih-alih bertahan pada satu posisi saja saat melakukan hubungan intim, cobalah beberapa posisi lainnya, ya Moms.

Selain bisa membuat sesi bercinta menjadi lebih menyenangkan, rileks saat bercinta juga bisa mencegah kebosanan, lho moms.

7. Tidak memanfaatkan masa subur

Banyak pasangan suami istri yang tidak menyadari bahwa waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim adalah 3-5 hari sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi lho moms.

Melakukan hubungan intim selama periode waktu ini akan membantu meningkatkan peluang hamil Moms.

Naah itu lah moms beberapa kesalahan yang sering dilakukan pasutri saat program hamil. Semoga bermanfaat ya moms.

Love,

Zupermom Team